Saat ini banyak orang termasuk pria yang mengkonsumi vitamin. Alasannya, tindakan tersebut dapat melindungi kesehatan mereka. Namun faktanya, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa vitamin boleh jadi justru tak melindungi orang terhadap kanker kandung kemih. Sebaliknya, malah mungkin meningkatkan risiko kanker jenis lain.
Para peneliti di Amerika telah melakukan studi mengenai penggunaan vitamin dengan menganalisis lebih dari 10.000 kuesioner yang diisi orang-orang ketika mereka mengambil bagian dalam skrining prostat. Para pria ini sebanyak lebih dari 60 persen pria mengatakan bahwa mereka mengkonsumsi suplemen, dengan 48 persennya mengkonsumsi tiga atau lebih. Kebanyakan yang mereka konsumsi adalah multivitamin, minyak ikan, dan vitamin.
Tingginya prevalensi penggunaan suplemen menurut para peneliti perlu mendapat perhatian. Sebab penelitian sebelumnya juga menunjukkan kaitan antara penggunaan multivitamin dan meningkatnya risiko kanker prostat stadium lanjut, di mana pada studi sebelumnya ini telah menghubungkan orang-orang yang mengkonsumsi multivitamin tujuh kali atau lebih dalam seminggu. Para peneliti juga juga mempelajari 77.719 warga negara bagian Washington, usia 50-76, yang mengisi survei di 2000-2002. Dari mereka, 330 diketahui telah berkembang kanker kandung kemih lima tahun berikutnya.
Para peneliti mendapati bahwa konsumsi vitamin ternyata tidak menurunkan kemungkinan kanker kandung kemih. Kenyataan ini sangat mengganggu Dr Mark A. Moyad. Begitu banyaknya orang yang mengkonsumi vitamin dengan asumsi bahwa pil ini memberikan sedikit keuntungan kesehatan. "Kenyataannya adalah bahwa sangat sedikit penelitian ilmiah yang membuktikan vitamin efektif melindungi kanker," ujarnya. Temuan ini dipaparkan pada pertemuan tahunan American Urological Association di San Francisco 2010.