Pembaca yang terhormat,
Obat tradisional atau obat herbal memiliki daya tarik tersendiri dalam dunia kedokteran. Para pengguna, pemerhati, peneliti serta industri tak habis-habisnya menggali potensi metode pengobatan telah dikenal ribuan tahun silam itu.Di beberapa negara maju, pengobatan komplementer atau herbal ini telah berkembang pesat, mesti belum menandingi pengobatan modern. Bahkan ada beberapa pengobatan ala Timur ini yang telah memenuhi kaidah ilmiah evidence base medicine.
Penggunaan obat tradisional yang meningkat, ditengarai penyebabnya ada beberapa faktor. Diantaranya, isu back to nature pada saat usia harapan hidup lebih panjang dan penyakit kronik meningkat, efek samping yang lebih minim dibanding obat sintesis, adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu dan makin meluasnya akses informasi obat herbal di seluruh dunia.
Badan kesehatan dunia (WHO) telah merekomendasikan penggunaan obat tradisional atau herbal dalam memelihara kesehatan masyarakat serta untuk pencegahan dan pengobatan terutama penyakit kronis serta penyakit metabolik degeneratif dan kanker. Tak heran, di banyak negara seperti di Asia, Afrika, dan Amerika Latin penggunaan obat tradisional merupakan pelengkap dari pengobatan primer. Lalu bagaimana penggunaan obat tradisional atau hebal di Indonesia?
Farmacia pada edisi Juli 2010 ini mengulas perkembangan obat herbal di Indonesia. Pengobatan tradisional Indonesia cukup handal, namun masih dipandang sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat termasuk dokter. Dari sedikit dokter yang juga menggunakan obat herbal, Farmacia berkesempatan mewawancarai beberapa dokter, diantaranya, Dr. Hardhi Pranata Sp,S, MARS yang meresepkan obat herbal. Kabar baik lainnya, Departemen Kesehatan menunjukan perannya dalam mengembangkan obat tradisional atau obat herbal dengan menggagas "Saintifikasi Jamu" untuk memperkuat bukti-bukti ilmiah obat herbal.
Di samping itu, untuk kembali menyegarkan ingatan sejawat seputar gastroenterologi, kami menurunkan tema mengenai "Ulkus Peptikum: Sistem Pertahan yang Kebobolan " dan "Kolitis Useratif : Peradangan usus yang Tidak Diketahui" pada Racikan Utama. Sementara profil kali ini, Farmacia mengangkat perjalanan karier. Dr. Chudahman Manan, SpPD, K-GEH. Banyak sisi menarik yang dapat dipetik dari perjalanan hidup Guru Besar FKUI ini.
Selain tema yang di atas, masih ada lagi info menarik mengenai perkembangan obat dan terapi. Semoga berita yang kami turunkan dapat menambah khazanah sejawat semua.
Salam.