7 September 2010
Halaman Depan Farmacia
Forum diskusi Farmacia
Alamat Redaksi Farmacia
Berlangganan online Majalah Farmacia
   
MEMBER LOGIN
UID :
PWD :
   
Forget password?
Home
Artikel Terbaru
AULA
KILAS
RACIKAN UTAMA
MEDIKAMENTOSA
PROMINENSIA
RACIKAN KHUSUS
ETIKOLEGAL
GERAI
BEJANA
SIMPOSIA
KASUS
INFO BPOM
ETALASE
ALBUM
TEKNIKA
PUSTAKA
FITOFARMAKA
ULAS OBAT
KOLOM
UNIVERSITARIA
ADVERTORIAL
Berita Farmacia
Arsip Majalah
Katalog Buku
Pasang Iklan
Hubungi Kami

  














WHAT'S NEW
Risiko Tumor pada Stem Sel bisa Diturunkan
Uji HPV DNA Lebih Sensitif daripada Sitologi
Glukosamin tak Bermanfaat untuk Nyeri Pinggang
Solusi Manis Deteksi Prediabetes
Target BP untuk Diabetes: 130 atau 140?
TOP HITS
Penyakit Hati pada Anak Sering tak Terdeteksi (322 hits)
Risiko Kanker Ginjal pada Pasien Hepatitis C (282 hits)
Perangkat Kompresi Cegah Pembekuan Darah (278 hits)
Prevalensi Epilepsi Tinggi terkait FASD (265 hits)
Obesitas Tingkatkan Risiko Cacat Jantung pada Bayi (204 hits)
Riset
NEWS - 8 Juli 2007
Bedah Robotik Via Satelit

Di era teknologi ini, berbagai penelitian telah memperlihatkan operasi dengan bantuan robot (bedah robotik) telah memperlihatkan hasil memuaskan. Para robot ini bisa melakukan operasi dengan invasi minimal dengan ketepatan tinggi. Selama ini, bedah robotik masih dilakukan dibawah kendali pakar bedah yang berada dalam console yang tak jauh dari tempat operasi.Tapi sebuah penelitian yang hasilnya dilaporkan dalam jurnal The International Journal of Medical Robotics and Computer Assisted Surgery menunjukkan, bedah robotik bisa dilakukan dengan pakar bedah sebagai pengendali berada jauh dari pasien. Tim pakar bedah dan ilmuan berhasil memperlihatkan bedah bisa dilakukan dimana ahli bedah dan robot terhubung melalui jaringan internet sejauh 4000 mil atau dengan satelit. ...


Konas ke-6 Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, Yogyakarta 5-7 Juli 2007
NEWS - 12 Juli 2007

Mengatasi dan Memilih Terapi pada Sindrom Epilepsi

 

Dulu, biasanya ahli saraf mencoba memberi setidaknya satu OAE bila obat lini pertama gagal mengontrol epilepsi. Tapi studi terkini memperlihatkan, tidak ada perbedaan efektivitas dan efek samping yang signifikan antara pasien yang menerima alternative monotherapy dengan kelompok yang menerima tambahan terapi dengan OAE lini kedua. Yang terpenting, pemilihan monoteapi pertama, monoterapi pengganti, atau terapi tambahan pada sindrom epileptik kudu mempertimbangkan banyak hal, yaitu mekanisme kerja, usia, jenis kelamin, komorbiditas, potensi efek samping, dan interaksi obat.


4th Symposium of Indonesia Antimicrobial Resistance Watch (IARW)
NEWS - 4 Juli 2007

Tantangan Dalam Pengendalian Tuberkulosis

 

Program yang sekarang berjalan yaitu DOTS (Directly Observed Short Course Treatment) telah terbukti sebagai strategi yang baik dalam mencapai pengendalian optimum. Meski demikian, perlu juga disadari bahwa implementasi program ini memiliki risiko, yaitu terjadi seleksi terhadap kuman-kuman yang resisten. Kuman mono, poli, multi (MDR) dan super resisten (XDR) merupakan masalah yang harus diantisipasi dan diminimalisasi. Untuk itu diperlukan dua strategi dasar yaitu: (1)pendekatan program dengan strategi DOTS dimana pengobatan dilaksanakan berdasarkan terapi empirik dan (2) pendekatan individualistic dimana pengobatan dimulai dengan terapi empiric dan kemudian dapat diselaraskan dengan hasil uji resistensi.


PB PAPDI
NEWS - 4 Juli 2007

Aksi PAPDI Cegah Malpraktik Medis

 

Sebagai organisasi spesialis terbesar di Tanah Air, Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) sangat prihatin dengan maraknya pemberitaan dugaan malpraktik belakangan ini. PB PADPI khawatir hal ini akan memberikan kesan seolah-olah mutu layanan kedokteran di Indonesia sangat buruk. Ini tentu bisa berdampak pada ketidakpercayaan masyarakat luas terhadap layanan kedokteran di Bumi Pertiwi yang akhirnya justru akan merugikan masyarakat sendiri. ...


Pelayanan Kesehatan
NEWS - 7 Juli 2007

Menkes Tertibkan Peresepan Obat Untuk Askeskin

Khusus untuk obat-obat yang tidak tersedia generiknya, Menkes tidak melarang dokter-dokter untuk meresepkan obat-obat tersebut, selama memang tepat bagi pengobatan pasien. Namun, perlu verifikasi, dalam hal ini berupa tandatangan direktur rumah sakit. Siti Fadilah mengharapkan para direktur rumah sakit mencermati resep-resep dari dokter-dokter di rumah sakitnya. Kebijakan penetapan jenis obat ini juga merupakan upaya mengurangi celah kolusi antara dokter dan para penjual obat. Selain itu, demi masyarakat miskin, program Askes harus bisa efisien.”Kalau (obat) dibebaskan begitu, bisa bangkrut.”


halaman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 [15] 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 halaman berikutnya  

No banner in farm



Volume.10 Nomor.1
Agustus 2010
     Langganan Baru
     Katalog Majalah
     Info Pelanggan
     Komentar


Geriatric Neuropsychology : Assessment and Intervention

Gerontologi

21st Century Complete Medical Guide to Guillain-Barre Syndrome (GBS), Authoritative Government Documents, Clinical References, and Practical Information for Patients and Physicians (CD ROM)

Neurologi

Mechanical Ventilation (Update in Intensive Care and Emergency Medicine)

Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi


Apakah menurut Anda tema artikel dalam majalah Farmacia sudah bervariasi?

Lihat Polling...